Kegiatan
MENELUSURI JEJAK SEJARAH DAN MANAJEMEN PROTOKOL: KORPS PROTOKOLER UNIVERSITAS CIPASUNG GELAR STUDY VISIT KE GEDUNG SATE
TASIKMALAYA, MEDIAPROTOKOLER – Setelah sukses membedah sistem keprotokolan di sektor legislatif, UKM Korps Protokoler Universitas Cipasung Tasikmalaya melanjutkan rangkaian agenda taktis Study Visit Kelembagaan dengan menyambangi pusat pemerintahan eksekutif Jawa Barat, yakni Gedung Sate, Kota Bandung, pada Rabu (8/7) lalu. Kunjungan yang diikuti oleh 30 personel delegasi ini tidak hanya bertujuan untuk melakukan benchmarking terhadap Standard Operating Procedure (SOP) keprotokolan modern di Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Pemprov Jabar, tetapi juga sebagai ruang edukasi historis untuk menyelami nilai sejarah dari gedung ikonik kelolaan pemerintah tersebut. Tim MediaProtokoler, Sifa Nuraeni, kembali mewawancarai Ketua Pelaksana Kegiatan, Gust Salman Haikal, guna menggali esensi serta pengalaman berharga yang didapatkan para delegasi selama berada di cagar budaya tersebut."Gedung Sate bukan sekadar pusat birokrasi pemerintahan modern. Bagi kami selaku personel protokoler, gedung ini adalah simbol hidup dari garis waktu sejarah administrasi di Jawa Barat. Mengetahui aspek historis tempat kita bertugas adalah bagian dari penguatan integrasi dan wawasan kebangsaan seorang pelayan protokol," ujar Gust Salman membuka penjelasan. Dalam penelusurannya, delegasi Universitas Cipasung disuguhi fakta sejarah bahwa gedung bergaya arsitektur Indo-Europeeschen ini mulai dibangun pada 27 Juli 1920 silam. Ornamen tusuk sate dengan 6 buah komponen yang berada di puncak menara tengah gedung terbukti menyimpan filosofi mendalam, yakni melambangkan biaya pembangunan awal sebesar 6 juta Gulden pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Gust Salman menambahkan, pemahaman sejarah ini dikombinasikan secara apik dengan pengamatan langsung terhadap implementasi protokol kenegaraan di lapangan. Delegasi mempelajari bagaimana sebuah tata tempat (seating arrangement), tata upacara, dan tata penghormatan diaplikasikan secara presisi di dalam ruang-ruang gubernuran yang sarat akan nilai historis."Tantangan terbesar di lapangan adalah bagaimana 30 delegasi tetap mampu menjaga ritme professional grooming yang tinggi dan kedisiplinan satu komando yang ketat di tengah kawasan cagar budaya aktif. Sinergi dari divisi taktis keamanan, kerapihan, dan kebersihan yang menerapkan prinsip zero trash di ring 1 pemerintahan ini berjalan dengan sukses," imbuhnya. Melalui kunjungan komprehensif ini, Korps Protokoler Universitas Cipasung berharap dapat membawa pulang konsep pelayanan prima yang berbasis pada penghormatan nilai-nilai sejarah kelembagaan. Ilmu penataan protokol bernilai estetika tinggi dari Gedung Sate direncanakan akan segera diadaptasi ke dalam pembaruan kurikulum internal organisasi guna meningkatkan mutu pelayanan seremonial di lingkungan kampus ke depan. "Kunjungan ke Gedung Sate telah memberikan kami dua hal besar: fondasi sejarah yang kuat dan standar komparasi protokol tingkat tinggi. Kami siap mengimplementasikannya secara nyata demi kemajuan korps," tutup Gust Salman di akhir wawancara. Reporter: Sifa Nuraeni (Tim MediaProtokoler) Editor: Redaksi Media Protokoler UNCIP